‎Pemko Langsa Gelar Rakor Dampak Kabut Asap Langsa

Rapat koordinasi terkait bencana kabut asap, bertempat di ruang rapat Walikota Langsa. Senin (23/09/2019).

Langsa – Pemko Langsa menggelar rapat koordinasi (Rakor) menindaklanjuti laporan Badan Metreologi Klimatologi Geologi (BMKG) Aceh, atas dampak bencana kabut asap yang melanda sebagian Aceh khususnya Kota Langsa. Senin (23/09/2019).

Rakor itu langsung dipimpin oleh Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM dan turut dihadiri oleh Sekda Syahrul Thaeb, camat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah labag di Sekdakot di ruang rapat walikota. Tujuannya, untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan persoalan tersebut dan juga langkah pencegahan dan menanggulangi secara dini dampak negatif akibat kabut asap yang melanda Kota Langsa.

Ini juga tertuang dalam Instruksi Walikota Langsa Nomor : 800/2844/2019 tentang penanganan kabut asap kebakaran hutan dan/atau lahan. Berdasarkan hasil rapat tersebut maka untuk masyarakat diimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi bencana kabut asap. Informasi BMKG Aceh di tanggal 22 September 2019 kepekatan kabut asap dengan jarak pandang 3 – 4 KM, karena Aceh dalam masa transisi, diperkirakan akan turun hujan hampir seluruh wilayahnya dalam tiga hari kedepan.

Pemko Langsa melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan membagikan masker pelindung guna menjaga pernafasan. Kepada ibu hamil dan ibu-ibu yang mempuryai bayi dan anak dibawah umur lima tahun untuk membatasi kegiatan di luar ruangan karena bayi dan anak- anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan. Untuk pengendara bermotor diharapkan untuk dapat menyalakan lampu kendaraan di siang hari agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan tetap menjaga ketertiban lalu lintas.

Penyuluhan kepada warga agar tidak membakar sampah di lingkungannya sebagai upaya percegahan kepekatan kabut asap di Kota Langsa dan menjaga kesehatan dengan asupan gizi secara teratur, memperbanyak konsumsi air putih dan istirahat yang cukup.

Dalam rapat itu, Marzuki Hamid juga mengintruksikan jajarannya yakni menunjuk Kepala BPBD sebagai koordinator penanggulangan bencana kabut asap ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dan Dinkes hingga tingkat puskesmas untuk menyiagakan fasilitas dan obat-obatan guna menanggulangi dampak negatif dari kabut asap.

Kepada seluruh pimpinan OPD dan instansi vertikal agar respon cepat, laporan dan koordinasi rutin terkait kondisi terkini baik dalam wilayah Kota Langsa maupun sekitarnya. Kepada camat untuk diteruskan kepada keuchik hingga kemasyarakat terkait aktifitas masyarakat guna meneruskan imbauan Pemko Langsa.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, agar meneruskan imbauan hingga ke murid sekolah -sekolah melalui lepala sekolah dan para guru. Dinas Syariat Islam Kota agar meneruskan imbauan di mesjid – mesjid.

“Saya tegaskan untuk tanggap kepada setiap laporan masyarakat yang masuk dan diharapkan kerjasama yang baik antar jajaran dinas dan masyarakat guna menimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi akibat kabut asap ini,”tegasnya.

Leave a Reply