Apel Siaga Gabungan Peralatan Dan Personil Penanggulangan Bencana Tahun 2020

Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah memimpin Apel Siaga Gabungan Peralatan Dan Personil Penanggulangan Bencana bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (13/01/2020).

Langsa – Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah memimpin Apel Siaga Gabungan Peralatan Dan Personil Penanggulangan Bencana Tahun 2020 Kota Langsa bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (13/01/2020).

Dalam kata sambutannya Walikota Langsa menyampaikan, Mulal hari ini kita akan bersama berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk saling meningkatkan kapasitas kita dalam peningkatan Kesiapsiagaan, khususnya dalam menjawab tantangan ancaman bencana yang relatif lebih mudah ditebak yaitu “Bencana Hydrometeorologi”. Ini adalah suatu kelompok (jenis) bencana yang terkait dengan Meteorologi dan Klimatologi atau cuaca dan iklim yang sering dianggap sebagai bencana rutin di tanah air. Bencana yang termasuk dalam kelompok ini adalah bencana banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, gelombang pasang dan angin puting beliung.

Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah mengabadikan foto bersama saat selesai Apel Siaga Gabungan Peralatan Dan Personil Penanggulangan Bencana bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (13/01/2020).

Beliau juga menjelaskan, Suatu peranggapan yang salah tentang kejadian bencana ini yang dianggap bencana rutin, sehingga kita seringkali lengah dan menyebabkan kerugian yang luar biasa besar. Bahkan secara kumulatif lebih besar dibandingkan dengan kelompok jenis bencana lainnya seperti bencana Geologi ( gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi). Sebagal contoh, bencana dan longsor Jakarta, Banten dan Jawa Barat pada tanggal 08 Januari 2020 kemarin yang telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Bila dibayangkan berapa besar perlambatan laju pembangunan di daerah tersebut yang tentunya juga akan berdampak pada laju pembangunan secara Nasional.

Global warming atau pemanasan global yang saat ini mempengaruhi dunia telah menyebabkan bencana Hydrometeorologi yang tadinya relatif mudah diprediksi menjadi semakin sulit diprediksi. Kejadian bencana Hydrometeorologi bisa setiap saat terjadi dengan intensitas dan skala diluar apa yang biasa kita perkirakan. Petani dan nelayan yang merupakan mayoritas penduduk kita menjadi kesulitan dalam mencari nafkah. Penduduk perkotaan yang sebahagian besar ada didaerah pantai mulai terancam genangan banjir yang semakin parah dan semakin sering terjadi.

Apel Siaga Gabungan Peralatan Dan Personil Penanggulangan Bencana bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (13/01/2020).

Disamping dampak langsung dari bencana Hydrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan angin puting beliung, dampak ikutanya (collateral hazards) juga sangat merugikan seperti terganggunya distribusi logistik, gangguan produksi pertanian pangan (gagal panen), kebakaran dan kelaparan. Ancaman yang semakin meninggi ini harus kita hadapi dengan pengelolaan penanganan bencana secara lebih baik. Lanjutnya.

Pengelolaan yang baik artinya kita harus memahami ancaman, memahami kekuatan/kapasitas kita, kemampuan untuk memahami resiko dan mampu menetapkan prioritas penanganan untuk mengurangi resiko. Faktor kunci lainnya adalah peningkatan kesiapsiagaan artinya kemampuan untuk mengantisipasi ancaman, mampu melawan pada saat kejadian bencana dan mampu bangkit atau cepat pulih dari dampak ciri dari Bangsa yang tangguh dalam bencana. Tegasnya.

Leave a Reply