Bale Juang Diresmikan Sebagai Museum Langsa

Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, meresmikan Balee Juang dengan memotong pita, bertempat di persimpangan Kantor Pos Jalan Ahmad Yani dan Sudirman, Selasa (22/1/2019).

Langsa – Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE, meresmikan Balee Juang sebagai museum Kota Langsa yang berada di persimpangan Kantor Pos Jalan Ahmad Yani dan Sudirman, Selasa (22/1/2019).

Dalam sambutannya Walikota mengatakan, museum ini diresmikan nantinya akan menjadi hal positif bagi sejarah sekaligus ikon di Kota Langsa. “Saya berharap sejarah Aceh Kota Langsa dan Dinas Pendidikan harus bekerja maksimal, sehingga museum ini nantinya menjadi salah satu objek wisata pusat dokumentasi dan lain-lainnya antar budaya peradaban,”harapnya.

Selain itu, melestarikan kebudayaan dan kesenian juga sebagai upaya dalam menarik banyak wisata yang datang, bahkan dapat menimbulkan dampak positif dalam pembangunan. Untuk itu, dinas terkait bisa berkoodinasi secara umum di bidang pariwisata dengan mengembangkan industri biasa, wisata sehingga bisa menyelamatkan lingkungan dan terbangun masyarakat lokal tersendiri atau kampung wisata masyarakat kampung kreatif menjadi kampung wisata inovasi.

Balee Juang Kota Langsa diresmikan menjadi Museum oleh Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah menandatangani prasasti peresmian Museum bertempat di Museum Kota Langsa, Jln. Ahmad Yani. Selasa (22/01/2019).

“Kita harus bisa prediksikan masa akan datang kita tidak biasa analisis maka kita akan tertinggal dan pikirlah masa yang akan datang, karena nantinya sejarah itu akan menjadi kenangan bagi anak cucu kita semua,”ujarnya.

Saya mengucapkan selamat kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa yang telah berhasil mewujudkan museum Kota Langsa. Memang banyak hambatan dan tantangan untuk mewujudkan museum ini, tetapi alhamdulillah semuanya bisa diatasi dan hari ini museum yang kita idam-idamkan sudah bisa dinikmati.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada Tengku Nuriman, orang yang sangat berjasa karena telah mengilhami pendirian museum ini sekaligus menyumbangkan banyak koleksinya untuk dipamerkan di sini. Tanpa bantuan Tengku Nuriman mungkin lebih susah lagi kita mewujudkan museum ini karena sangat sedikit orang yang mempunyai hobby atau kecintaan mengumpulkan benda-benda bersejarah seperti beliau.

Museum ini nantinya akan mempunyai banyak fungsi, diantaranya sebagai Pusat dokumentasi dan penelitian ilmiah, Media pendidikan kesenian dan ilmu pengetahuan, Pusat penyaluran ilmu untuk umum, Pusat penikmatan karya seni, Pusat perkenalan kebudayaan antar peradaban Obyek wisata, sebagai cermin sejarah masa lalu manusia, alam, dan kebudayaan, serta sebagai sarana untuk mensyukuri nikmat Allah sehingga semakin bertambah keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya.

Leave a Reply