FGD Penyusunan Rencana Induk Smart City Kota Langsa 2021

Walikota langsa Tgk. Usman Abdullah, SE yang diwakili oleh Setdakot Langsa Ir. Said Mahdum Majid membuka dan memberikan sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Smart City Kota Langsa, bertempat di Hotel Harmoni Kota Langsa. (30/03/2021).

Langsa – Walikota langsa Tgk. Usman Abdullah, SE yang diwakili oleh Setdakot Langsa Ir. Said Mahdum Majid membuka dan memberikan sambutan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Smart City Kota Langsa yang dihadidiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf, B.Hsc. MA, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa M. Husin, S.Sos, MM beserta Pimpinan OPD dalam Lingkup Pemko Langsa yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa bertempat di Hotel Harmoni Kota Langsa. (30/03/2021).

Dalam kata sambutannya Walikota Langsa yang disampaikan oleh Setdakot Langsa Ir. Said Mahdum Majid mengatakan, Ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh yang telah memilih Kota Langsa dan melakukan pendampingan dalam Penyusunan Rencana Induk Smart City, yang mana dalam hal ini diperlukan sebagai Blue Print penyusunan Kota Langsa menjadi Smart City, Kegiatan pada hari ini tidak terlepas dari implementasi Qanun Kota Langsa Nomor 6 Tahun 2018 tentang RPJMD Kota Langsa Tahun 2017-2022. Salah satu Visi Kota Langsa yaitu Langsa Kota Jasa Yang Berperadaban Dan Islami, bermakna sebagai kota yang menginginkan adanya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Kemudian salah satu Misi yang merupakan penjabaran dari Visi yaitu : Melanjutkan penataan birokrasi pemerintahan, sinkronisasi dan harmonisasi kerjasama pembangunan yang lebih resposif, efektif dan efesien, transparan serta akuntabel yang berbasiskan smart city dalam rangka mendukung pelaksanaan e-government. Jelasnya.

Penanda tanganan MoU, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pengembangan smart city Kota Langsa dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, bertempat di Hotel Harmoni Kota Langsa. (30/03/2021).

Pelaksanaan penerapan Konsep Smart City hari ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Yaitu :
1. Launching Program Smart City Kota Langsa pada bulan Oktober 2018, yang dihadiri oleh Kadis. Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Bapak Marwan Nusuf, B.Hsc. MA
2. Pelaksanaan FGD Penerapan Konsep Smart City Wilayah Timur Se-Aceh yang dilaksanakan di Langsa pada bulan Maret 2019.
3. Penanda tanganan MoU, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pengembangan smart city Kota Langsa dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, yang akan dilaksanakan pada hari ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa konsep Smart City terdiri dari 6 dimensi, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, dan Smart Environment. Satu hal yang harus kita pahami bersama dalam melaksanakan konsep Smart City, yaitu pengembangan Smart City bukan dengan menjadikan IT dan solusi teknologi sebagai tujuan akhir, namun hendaknya fokus pada Inovasi dan terobosan-terobosan untuk menyelesaikan masalah prioritas serta mengembangkan sektor unggulan daerah, sehingga diharapkan pengembangan smart city akan menghasilkan smart people (SDM yang cerdas) dan smart society (Masyarakat yang cerdas). Tambahnya.

Hal ini perlu saya sampaikan dalam rangka menghadapi era Revolusi industry 4.0 (Four Point O), Jika semua yang bekerja robot maka siapa orang yang bekerja dan bagaimana penghasilannya, apabila penghasilan tidak ada maka pembeli barang/belanja juga tidak ada dengan demikian dapat dipastikan ekomomi akan lumpuh. Intinya teknologi tidak akan menggantikan manusia tetapi akan memakmurkan manusia, hal ini sejalan dengan konsep smart society 5.0 (Five Point O).

Kita harapkan kedepan bukan hanya konsep smart city yang kita terapkan. Tetapi tidak terlepas dari smart kampung/smart village, yaitu
1. Mengembangkan Kampung sebagai motivasi dengan menciptakan potensi lokal berkelas global;
2. Mewujudkan Hunian sehat untuk menghasilkan keluarga yang bahagia, sehat, dan cerdas;
3. Membangun tata Lingkungan sehat dengan baik.
4. Pemerintah Gampong yang cerdas dalam penyelenggaraan
administrasi pemerintahan.
5. Masyarakat yang cerdas serta ekonomi yang tangguh dan sejahtera.

Kepada Seluruh Kepala OPD untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan ini, karena pada prinsipnya kita semua berkomitmen terhadap penerapan KONSEP SMART CITY di Kota Langsa. Kepada semua peserta FGD ini agar serius dan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam penyusunan Smart City di Kota Langsa. Tutupnya.

Kemudian, Marwan Nusuf, B.Hsc. MA juga menjelaskan, saat ini dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh baru tiga kota saja yang telah meluncurkan program Smart City, yaitu Kota Langsa, Banda Aceh dan Subulussalam. Dan dari semua itu, baru Kota Banda Aceh saja yang telah memiliki road map Smart City, sementara dua kota lainnya belum memiliki rencana induk walaupun sudah launching.

Untuk itulah, kegiatan ini sangat penting dan apa yang dilakukan Dinas Kominsa Aceh ini sejalan dengan salah satu dari 15 program unggulan pemerintah Aceh, yaitu Sistem Informasi Terpadu (Aceh SIAT),” Tegasnya.

Leave a Reply