HUT Pramuka Ke 58 Kota Langsa Tahun 2019

Upacara peringatan HUT Pramuka Ke 58 bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (16/12/2019).

Langsa – Wakil Walikota Langsa sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Langsa Dr. H Marzuki Hamid, MM memimpin upacara peringatan HUT Pramuka Ke 58 dan dilanjutkan dengan menyerahkan Piagam Perhargaan atas dedikasi dan prestasi dalam memajukan gerakan Pramuka di Kwartir Cabang Langsa bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (16/12/2019).

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Wdodo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Marzuki Hamid menyampaikan, Salam Pramuka! Selamat ulang tahun ke-58 kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka, mulai dari adik-adik sampai para pembina dan pengurus Gerakan
Pramuka di seluruh tanah air dan di kantor kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Terima kasih karena terus menjadi patriot yang setia kepada nusa dan bangsa.

Tema Hari Pramuka ke-58 adalah “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI”. Tema ini sangat tepat untuk menyikapi situasi dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Maraknya berbagai permasalahan yang kita hadapi mulai dari penyalahgunaan narkoba, masih adanya tawuran, masih banyaknya sikap intoleransi, hingga penggunaan media sosial yang dipenuhi ujaran kebencian, kabar bohong, dan pornografi yang harus kita tanggulangi bersama-sama. Tambahnya.

Wakil Walikota Langsa sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Langsa Dr. H Marzuki Hamid, MM menyerahkan Piagam Perhargaan atas dedikasi dan prestasi dalam memajukan gerakan Pramuka di Kwartir Cabang Langsa bertempat di Lapangan Merdeka Kota Langsa. Senin (16/12/2019).

Gerakan Pramuka yang menekankan pendidikan dan pembentukan karakter berperan sangat penting dalam menanggulangi masalah-masalah tersebut, termasuk dalam membentuk generasi muda Indonesia yang rela menolong, tabah, cinta tanah air, berani dan siap mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kodrat kita adalah menjadi bangsa yang beragam, majemuk. Kita punya 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal, bahasa daerah, ini harus kita syukuri. Dan Alhamdulillah Gerakan Pramuka telah memberi contoh, memberikan contoh bagaimana keberagaman yang ada justru memperindah dan menyatukan semua anggota Pramuka. Perbedaan agama, perbedaan ras, perbedaan suku, dan golongan dalam Gerakan Pramuka semuanya bisa menyatu, semuanya bisa bermusyawarah, semuanya merasa bersaudara dengan semangat persatuan dan perdamaian. Semua itu sesuai dengan slogan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetaplah satu jua. Lanjutnya.

Gerakan Pramuka juga telah mencontohkan semangat cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Mencontohkan upaya memanfaatkan kekayaan alam dan tradisi Indonesia yang dapat terus kita kembangkan. Misalnya, saat ini penggunaan bambu dan kayu serta tali temali untuk membuat berbagai peralatan.

Leave a Reply