Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Langsa Tahun 1440H/2019M

Wakil WaliKota Langsa Drs. H Marzuki Hamid, MM memberikan kata sambutan dalam acara Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Langsa Tahun 1440H/2019M bertempat di Aula Cakra Donya Langsa. Rabu (26/06/2019).

Langsa – Wakil WaliKota Langsa Drs. H Marzuki Hamid, MM menghadiri dan memberikan kata sambutan dalam acara Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Langsa Tahun 1440H/2019M bertempat di Aula Cakra Donya Langsa. Rabu (26/06/2019).

Laporan Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kota Langsa Tahun 1440H/2019M yang dilaksanakan pada 26- 27 Juni 2019 yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Langsa Drs. H Salahuddin, M.Pd
Nama kegiatan : Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kantor Kementerian Agama Kota Langsa Tahun 1440H/2019M. Waktu kegiatan : 26-27 Juni 2019
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah; Dasar hukum
2. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler.
3. Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 146 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Terpadu oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Urus an Agama Kecamatan.
4. Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor: B – 15006/DJ/Dt. 11.1/1/HJ.01/04/2019 tanggal 15 April 2019, tentang Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten/Kota dan Kantor Urusan Agama Kecamatan serta Pembekalan Ketua Regu dan Ketua Rombongan.

Sasaran dan Tujuan
a. Sasaran kegiatan adalah: Jamaah Calon Haji Kota Langsa tahun 1440H/2019M.
b. Tujuan kegiatan adalah:
1. Pemantapan bimbingan manasiqul haji dan umrah;
2. Konsolidasi pemantapan kloter haji Kota Langsa.

Fasilitas peserta:
1. Ruang kegiatan yang representatif
2. ATK dan copy bahan/materi manasik haji
3. Konsumsi (4 kali snack, dan 2 kali makan siang)
4. dan fasilitas pendukung lainnya.

Wakil WaliKota Langsa Drs. H Marzuki Hamid, MM mengabadikan foto bersama peserta haji bertempat di Aula Cakra Donya Langsa. Rabu (26/06/2019).

Materi Manasik dan Pemateri:
1. Materi manasik berdasarkan Kurikulum/Silabus Bimbingan Manasik Haji sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor146 Tahun
2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Terpadu oleh Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Urusan Agama Kecamatan;
2. Pemateri berdasarkan standar pembimbing manasik haji tingkat kab./kota dan KUA
Kecamatan yang ditetapkan oleh Dirjen PHU Kemenag RI.

SUMBER PEMBIAYAAN
Anggaran pelaksanaan kegiatan bersumber dari : DIPA PROGRAM PHU &RKA PKOH 1440H/2019M Kankemenag Kota Langsa Adapun jumlah jamaah Kota Langsa pada tahun ini dengan rincian sebagai berikut:
Jamaah Calon Haji Kota Langsa Tahun 1440H/2019M sejumlah 222 orang.
1. Berdasarkan kecamatan
– Langsa Barat  : 59 orang
– Langsa Timur : 14 orang
– Langsa Kota : 59 orang
– Langsa Baro : 69 orang
– Langsa Lama : 21 orang
Jumlah Total : 222 orang
2. Berdasarkan Jenis Kelamin : Laki-laki 86 orang, dan Perempuan 136 orang
3. Berdasarkan Usia;
Jamaah tertua : Bunah Binti Eje Abdullah (99 Thn). Gp. Paya Bujok Seulemak Langsa.
Jamaah termuda : Nurul Hus na Binti Abdul Azin (18 Thn). Alamat Gp. Daulat Langsa.
Jamaah Kota Langsa pada tahun 2019 ini tergabung kedalam Kloter 07 BTJ Aceh sejumlah 212 orang, dan Kloter 12 BTJ sejumlah 10 orang. Pemberangkatan Gelombang 1 (Jeddah -Mekkah – Madinah). Dan diterima di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, hari Selasa, 30 Juli 2019 jam 02.50, dan diberangkatkan ke Arab Saudi hari Selasa, 30 Juli 2019 jam 22.40 Wib. Kepulangan dari Arab Saudi (Madinah) hari Selasa, 10 September 2019 jam 12.30 WAS Dijadwalkan tiba di tanah air (Bandara SIM) hari Rabu, 11 September 2019, jam 00.20 Wib.

Perlu juga kami sampaikan pada kesempatan ini, bahwa Jamaah Kota Langsa, mendapatkan bantuan penyelenggaraan haji di daerah dari Pemerintah Kota Langsa:
1. Penyediaan bus pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji;
2. Penyediaan truk barang bawaan jamaah dan perbekalan haii:
3. Penyediaan konsumsi pada saat pemberangkatan dan pemulangan:
4. Penyediaan petugas pendamping daerah untuk pemberangkatan dan pemulangan;
5. Bingkisan dan cinderamata dari Pemerintah Kota Lanasa
Demikian laporan ini disampaikan, akhirnya kami mengharapkan kesediaan Bapak Walikota Langsa, untuk dapat kiranya membuka kegiatan Tingkat Kota Langsa Tahun 1440H/2019M Assalamualaikum Wr.Wb.

Dalam kata sambutannya Wakil Walikota langsa juga menyampaikan. Saya berpesan kepada peserta kegiatan bimbingan manasik haji agar dapat mengikuti manasik dengan baik dan benar serta memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dengan harapan menjadi haji yang mabrur karena bimbingan manasik haji tersebut bertujuan memberikan wawasan bagi para calon jamaah haji dengan harapan calon haji akan memiliki gambaran pada saat melaksanakan ibadah haji atau pada saat berada di Tanah Suci Kita yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji haruslah benar-benar berniat berhaji untuk mencari Ridha Allah SWT, bukan hanya untuk perjalanan semata.

Saya juga menghimbau kepada peserta manasik haji selama di tanah suci nanti agar selalu memelihara dan menjaga kesehatan fisik dan mental dengan sebaik-baiknya. Jangan menganggap remeh untuk memelihara kebugaran jasmani dan mental, jangan takabur, jangan sombong, hindari pertengkaran dan kemarahan yang hanya akan merusak ibadah haji yang saudara-saudara laksanakan. Hormatilah adat dan kebiasaan masyarakat setempat karena kita akan menjadi tamu di Negara lain.

Alhamdulillah saya sangat senang bisa hadir dalam kegiatan ini berjumpa dengan para calon tamu Allah yang InsyaAllah akan menjadi para haji yang mabrur. Untuk menjadi haji mabrur memang bergantung pada niat. Tetapi, juga bagaimana keseriusan dalam memahami ibadah haji secara optimal semasa manasik yang akan membantu untuk bisa mendapatkan haji mabrur. Haji mabrur adalah haji yang mampu menghantarkan pelakunya kelak bisa lebih baik daripada sehari-hari sebelum ia berhaji. Dengan demikian haji mabrur sudah pasti maqbul, akan tetapi tidak semua haji maqbul menjadi haji mabrur. Karena kemabruran haji seseorang ditentukan dengan ibadah dan amaliahnya setelah pelaksanaan hajinya.

Potret haji mabrur tidak hanya dinilai pada saat proses ibadah haji tersebut berlangsung, tapi juga harus dinilai sejak persiapan termasuk bekal yang halal, saat melaksanakan sesuai manasik yang diajarkan dan amalan setelah ibadah haji berakhir. Artinya para jamaah haji yang melaksanakan hajinya mabrur akan timbul dalam dirinya kesalehan sosial saat nanti tiba kembali ke kampung halaman. InsyaAllah, Amin Ya Allah.

Leave a Reply