Launching Kutip Pajak Digital di Langsa

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM didampingi Direktur Utama PKLE, Nazaruddin dan Direktur Utama Keuangan Icon Plus, melihat secara langsung pengutipan restribusi pajak secara digital di Pos Kupi Langsa, Kamis (31/1/2019).

Langsa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Langsa bekerjasama dengan Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE) dan didukung oleh Icon Plus wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) launching pengutipan pajak restribusi hotel dan kafe berbasis digital bertempat di Pos Kupi Langsa, Kamis (31/1/2019).

Launching tersebut langsung dilakukan oleh Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM dan turut dihadiri oleh Direktur Keuangan Icon Plus, Kuswowo, General Manajer Icon Plus, Agus Widya, Kepala Diskominfo setempat, Yanis Prianto, SE. M.Si, Direktur Utama PKLE, Nazaruddin, Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakot, Suriyatno, AP.MSP.

Sementara untuk launching pengutipan pajak secara online yang diterapkan terlebih dahulu di Pos Kupi dan Hotel Harmoni. Selanjutnya, akan diterapkan kesemua kafe atau warung kopi (Warkop) dan hotel lainnya dalam waktu dekat segera diterapkan program e-tax atau pengutipan restribusi pajak secara online.

Dalam sambutannya, Marzuki Hamid, mengatakan, dengan adanya program eksen baru di kota Langsa menjadi kota smartcity atau kota digital sebagai bentuk untuk efesiensi, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan informasi dalam pemerintahan.

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM, memberi sambutan saat launching pengutipan pajak restribusi hotel dan kafe berbasis digital bertempat di Pos Kupi Langsa, Kamis (31/1/2019)

Menurutnya, dengan adanya e-tax atau pengutipan restribusi pajak secara online semakin memudahkan pelayanan kepada masyarakat di zaman era millennial saat ini. Serta mempermudah para petugas di instansi terkait dalam melakukan monitoring sekaligus untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di kota Langsa.

“Saya memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kepala Diskominfo, PKLE dan Icon Plus yang telah mewujudkan program smartcity di bidang restribusi pajak berbasis digital,”ucapnya.

Kota Langsa kedepan akan terus membenahi untuk menjadi kota yang berbasis digital. Selain itu, akan terus berupaya mengikuti jejak kota-kota lain di Indonesia. Dengan di launchingnya pengutipan restribusi pajak secara digital nantinya dapat mempengaruhi peningkatan PAD lebih efesiensi, akuntabilitas dan transparansi lagi.

Karenanya, perlu ada partisipasi maupun dukungan dari para pengusaha kafe, warkop dan perhotelan serta masyarakat selaku konsumen agar pengutipan restribusi pajak secara digital bisa berjalan sesuai harapan. Untuk tahap awal masih menerapkan sebesar lima persen pengutipannya dan ini bukan dibebankan kepada pemilik atau pengusaha tapi kepada konsumen/pelanggan.

“Jangan pernah takut dan khawatir tidak ada konsumen atau pelanggan yang datang untuk singgah berbelanja di tempat usaha anda, karena beban pajak ini bukan ditanggung oleh pemilik usaha tapi pelanggan atau konsumen. Bahkan, kita sering keluar daerah seperti di Medan saja kemana pun berbelanja tetap dikenakan pajak hingga 10 persen. Jadi, kita hanya lima persen,”ujarnya.

Diharapkan, untuk program smartcity lainnya agar dapat dilaksanakan oleh Diskominfo setempat, dalam rangka mewujudkan efisiensi, akuntabilitas dan transparansi bisa tercapai, seperti pelayanan dan perencanaan, pendidikan dan lainnya yang berbasis digital.

Sebelumnya, Agus Widya mengatakan, kegiatan smartcity ini merupakan salah satunya launching pengutipan restribusi pajak secara digital dan sudah terikat antara PKLE serta Icon plus dengan Pemko Langsa, untuk pelaksanaannya. Jadi, dengan adanya launching ini akan meningkatkan PAD dibidang pajak yang wewenangnya di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

Dikatakan dalam sosialisasi smartcity mengenai aplikasi seluruh dinas dan kantor-kantor maupun desa salah daerah yang sudah siap di provinsi Aceh adalah Kota Langsa. “Kota Langsa merupakan kota istimewa ada berapa hal pesan akan menjadi kota Langsa kota digital jadi mudahan infrastruktur yang kuat akan kita tarik menggunakan fiber optik (FO),”ujarnya.

Leave a Reply