Pelantikan Dua Geuchik Periode 2018-2024

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM, melantik langsung dua Geuchik periode 2018-2024, bertempat di Aula Sekdakot Langsa, Rabu (5/12/2018).

Langsa – Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM, melantik dua geuchik wilayah Kecamatan Langsa Barat yakni Gampong (desa) Teulaga Tujuh dan Simpang Lhee periode 2018-2024 di Aula Sekdakot Langsa, Rabu (5/12/2018).

Dalam sambutannya, Marzuki Hamid mengatakan, agar Geuchik dapat mengemban amanah dengan baik maka harus paham akan tugas pokok dan fungsinya (TUPOKSI), pada prinsipnya tugas pokok Geuchik adalah memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan pembinaan kemasyarakatan  dan pemberdayaan masyarakat gampong dalam menjalankan tugas pokoknya tersebut.

Geuchik berfungsi sebagai pemimpin penyelenggaraan Pemerintahan Gampong berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Tuha Peut Gampong, pemimpin dalam menegakkan syariat islam, pembina adat istiadat, penggerak partisipasi / gotong royong, juru damai, dan pembina perekonomian gampong.

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM, mengambil sumpah sekaligus melantik dua geuchik wilayah Kecamatan Langsa Barat yakni Gampong (desa) Teulaga Tujuh dan Simpang Lhee periode 2018-2024 di Aula Sekdakot Langsa, Rabu (5/12/2018).

Dalam menjalankan pemerintahan gampong, Geuchik harus menjalin hubungan yang harmonis dengan Tuha Peut Gampong dan kelembagaan masyarakat gampong lainnya sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar, Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, hingga pemanfaatan dan pelestarian hasi-hasil pembangunan di gampong

Geuchik harus mampu menjawab segala tantangan pembangunan yang semakin kompleks serta mampu menempatkan diri diatas semua kepentingan masyarakat gampong, demi membangun serta memajukan gampong dan warganya. Program terdekat yang harus saudara laksanakan adalah menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Gampong (RPJMG).

Dokumen RPJMG ini merupakan penjabaran visi dan misi Geuchik selama 1(satu) periode (tahun) dan akan menjadi acuan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) setiap tahunnya.

Untuk menyusun itu semua diperlukan adanya partisipasi dari masyarakat, jangan sampai masyarakat hanya menjadi obyek atau penonton pembangunan di gampong. Serta tidak lupa untuk menyerap aspirasi dari lapisan paling bawah melalu mekanisme musyawarah dusun.

Leave a Reply