Pembentukan Kader Bela Negara Kota Langsa Tahun 2019


Wakil Walikota Langsa Dr. H Marzuki Hamid, MM memberikan kata sambutan pada acara Pembentukan Kader Bela Negara Kota Langsa Tahun 2019 bertempat di Aula Vitra Convention Hall Gampong Paya Bujok Tengoh, Kecamatan Langsa Barat. Selasa (30/04/2019).

Langsa– Wakil Walikota Langsa Dr. H Marzuki Hamid, MM memberikan kata sambutan dan menyematkan tanda peserta Kader Bela Negara sebagai pembukaan kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara Kota Langsa Tahun 2019 bertempat di Aula Vitra Convention Hall Gampong Paya Bujok Tengoh, Kecamatan Langsa Barat. Selasa (30/04/2019).

Keragaman bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa, agama, bahasa, kepercayaan dan adat istiadat adalah anugerah dari Allah SWT yang patut kita syukuri. Hal tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan menyimpan potensi kekuatan budaya untuk dapat ikut mewarnai peradaban dan kesejajaran dengan bangsa-bangsa lainnya dalam peraturan Internasional.

Oleh karena itu, kemajemukan bangsa Indonesia harus dikelola secara baik dan harus dipertahankan dengan cara memelihara, melindungi dan mengembangkan melalui pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan baik tingkat nasional maupun ditingkat daerah agar senantiasa menjadi kekuatan bersama dalam membangun masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tantangan yang dihadapi bangsa yang besar ini adalah bagaimana kita dapat mengelola kemajemukan dan dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas sikap mental dan perilaku cinta tanah air, rela berkorban untuk bangsa dan negara sesuai dengan Peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 27 Ayat (3) yang mengamanatkan bahwa “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

Wakil Walikota Langsa Dr. H Marzuki Hamid, MM memberikan tanda peserta Kader Bela Negara di kegiatan Pembentukan Kader Bela Negara Kota Langsa Tahun 2019 bertempat di Aula Vitra Convention Hall Gampong Paya Bujok Tengoh, Kecamatan Langsa Barat. Selasa (30/04/2019).

Dengan terbentuknya kader-kader bela negara ini diharapkan nantinya dapat mengimplementasikan nilai-nilai bela negara dalam sikap, prilaku, dan tindakan agar terwujudnya kader bela negara yang dapat menyebarluaskan nilai-nilai bela negara di Kota Langsa, serta memiliki semangat dan kesadaran terhadap berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, kader-kader bela negara ini merupakan sebagai penerus bangsa untuk menjadi salah satu kekuatan yang tidak dapat di remehkan oleh negara lain, kekuatan yang dibutuhkan dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

Kewaspadaan dini masyarakat itu adalah kondisi kepekaan, antisipasi masyarakat dalam kesiagaan menghadapi potensi mengancam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bencana alam dan bencana lainnya karena ulah manusia. Tujuan utama dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah bertujuan agar meningkatkan sikap disiplin dan sigap dalam menghadapi segala kondisi ancaman terhadap bangsa tercinta ini serta terus menjaga budaya saling menghargai dan dapat terpelihara sehingga kebersamaan dalam perbedaan akan menjadi warna-warni yang indah bagi lingkungan dimana kita berada.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi agar kegiatan ini dapat terlaksana. Dan kepada seluruh peserta pelatihan saya mengharapkan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Aceh Drs. Mahdi Efendi melalui sambutanya yang disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Drs. Hasrulsyah, SE. Wawasan Kebangsan amat diperlukan oleh suatu bangsa dari negara yang merdeka dan berdaulat seperti Indonesia karena berakar pada wawasan kebangsaan inilah suatu  bangsa akan mampu menempatkan diri sebagai bangsa dan negara yang dapat “di sandingkan-tandingkan” dengan bangsa-bangsa lain.

Lahirnya wawasan kebangsaan ini diinspirasi oleh rasa kebangsaan, yaitu kesadaran kolektif suatu bangsa sebagai hasil dialektika alamiah yang diakari persamaan nasip dan hak serta kewajiban di hadapan hukum dan pemerintah. Kristalisasi rasa kebangsaan inilah kelak menghasilkan konsepsi wawasan kebangsaan yang merupakan pemikiran bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cinta kehidupan dan tujuan nasional yang jelas untuk menjaga eksistensi suatu bangsa dan keutuhan negara, diperlukan perencanaan program pembangunan sebagai upaya penyejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya.

Program pembangunan harus dilandasi pada prinsipnya kerakyatan, dengan memberi peran dan pertisipasi yang luas bagi rakyat dalam berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Dalam artian lain pembangunan tidak hanya menempatkan rakyat sebagai objek, namun sekaligus sebagai subjek pembangunan.

Dewasa ini bangsa Indonesia mengalami degradasi nilai moral yang mengakibatkan melemahnya rasa kebangsaan yang ditandai dengan lemahnya penegakan hukum dan pengamanan hukum berlangsung secara tidak adil dan diskriminatif.

Leave a Reply