Pemko Langsa Gelar Mini Expo

walikota langsa, Tgk Usman Abdullah, SE sedang meninjau salah satu stand pada acara Langsa Mini Expo 2018 bertempat di pasar tradisional Kecamatan Langsa Lama tepatnya di Gampong Sidodadi dan Pondok Pabrik, Senin (26/3/2018).

walikota langsa, Tgk Usman Abdullah, SE sedang meninjau salah satu stand pada acara Langsa Mini Expo 2018 bertempat di pasar tradisional Kecamatan Langsa Lama tepatnya di Gampong Sidodadi dan Pondok Pabrik, Senin (26/3/2018).

Langsa   Pemko Langsa melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) setempat, menggelar Langsa Mini Expo 2018 di pasar tradisional Kecamatan Langsa Lama.

Acara ini langsung dibuka oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE dan berlangsung sejak senin-jumat (26-30/3/2018). Dalam sambutannya, walikota mengharapkan, kegiatan Langsa Mini Expo ini menjadi ajang bagi masyarakat Kota Langsa untuk memperkenalkan produk IKM dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Langsa, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Kota Langsa yang bernilai inovatif dan kreatif.

Tujuannya yaitu untuk memperkenalkan produk IKM atau UMKM yang ada di daerah Kota Langsa, mempromosikan produk IKM atau UMKM sehingga masyarakat mengetahui produk unggulan yang ada di Kota Langsa, mampu menaikkan pemasaran dan penjualan produk IKM atau UMKM serta industri kreatif lainnya, dan juga untuk memperkenalkan Pasar Langsa Lama yang baru dibangun.

Adapun terkait dengan cenderung melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional, sedangkan kebutuhan bahan pokok dan gaya hidup yang kian meningkat, maka Pemko Langsa fokus dan memberi perhatian lebih terhadap penciptaan dan pengembangan kegiatan ekonomi.

UMKM yang berbasis ekonomi kreatif merupakan satu solusi sebagai kegiatan ekonomi baru yang sangat diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang pada gilirannya dapat menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, UMKM memiliki arti penting bagi perekonomian yang mana sebagai penopang ekonomi nasional karena UMKM mampu menyumbangkan kontribusi 60,3 persen. Produk domestik bruto dan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja. Ditambah lagi, UMKM telah menjadi katalis pemulihan eknomi ketika perekonomian mengalami tekanan seperti yang terjadi ketika krisis moneter (1997-1998) dan krisis global (2008-2009).

Karenanya, UMKM juga masih menghadapi tantangan yang tidak ringan seperti keterbatasan permodalan, akses pasar, dan masih terbatasnya keterampilan sumber daya manusia. Selain itu, UMKM juga harus bersaing dengan produk asing yang telah membanjiri Indonesia.

Jadi, UMKM adalah solusi perekonomian terbaik bagi keluarga dan masyarakat Kota Langsa. Sangat banyak potensi yang terdapat di Kota Langsa. Potensi yang terbesar ialah dari hasil laut yang dapat diolah menjadi ikan asin atau ikan kering, terasi dan olahan makanan lainnya.

Leave a Reply