Pemko Langsa Tanam 60 Ribu Bibit Bakau

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakot Langsa, Suriyatno AP.MSP bersama ASN saat melakukan penanaman bibit pohon bakau di kawasan pesisir pantai Kilometer 8 Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (23/12/2018).

Langsa – Pemko Langsa melakukan penanaman sebanyak 60 ribu bibit pohon bakau di kawasan pesisir pantai Kilometer 8 Gampong (desa) Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, minggu (23/12/2018).

Dikatakan, Pemko Langsa nantinya akan memberikan reward atau penghargaan kepada ASN maupun lembaga lainnya yang nilai aktif peduli terhadap lingkungan hidup dan yang menanam sebanyak 25 barang bibit pohon bakau dalam sehari.

Selain penghargaan dari Pemko, nantinya juga ada penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terhadap daerah kabupaten/kota yang peduli dan berperan aktif menjaga sekaligus melestarikan keberadaan lingkungan hidup baik di pesisir pantai maupun hutan lindung.

Disela-sela penanaman pohon itu, Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakot Langsa, Suriyatno AP. MSP, mengatakan, kegiatan gotong-royong ini kita laksanakan dengan menanam pohon bibit bakau bersama ratusan aparatur sipil negara (ASN) dalam lingkungan Pemko Langsa, kwartir cabang Pramuka, pihak kepolisian dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli lingkungan.

Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid, MM didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Sekdakot Langsa, Suriyatno AP.MSP sedang melakukan penanaman bibit pohon bakau di kawasan pesisir pantai Kilometer 8 Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (23/12/2018)

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program pemerintah dalam rangka peduli terhadap lingkungan hidup, terutama yang berada di kawasan pesisir pantai. Tujuannya, untuk menjaga dan melestarikan ekosistem laut,”ucapnya.

“Penanaman maupun pelestarian hutan kita lakukan bukan hanya semata-mata untuk sebuah penghargaan, tapi sebagai tanggung jawab kita bersama untuk menjaga sekaligus melestarikan hutan bakau yang fungsinya sebagai perkembangan biota laut,”ujarnya.

Bahkan, saat ini laporan yang kita terima ada LSM seperti WWF sedang melakukan observasi atau penelitian adanya ditemukan hewan langka sepeti dolpin (lumba-lumba) yang hidupnya hanya di kawasan hutan bakau.

Diharapkan, kepada masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan bakau di Kota Langsa, karena keberadaannya sangat penting bagi ekosistem atau biota laut dan mengantisipasi terjadinya abrasi laut.

Diimbau, kepada masyarakat yang mata pencaharian mencari kayu bakau yang dijadikan sebagai arang agar tidak lagi melakukan pembalakan liar, karena berdampak sekali terhadap kelangsungan hutan bakau yang selama ini kita lestarikan. Namun, pemerintah terus memikirkan bagaimana masyarakat itu bisa beralih mencari pekerjaan sebagai pencari kayu bakau.

Leave a Reply