Penutupan MTQ ke-9 Kota Langsa Tahun 2018

 

Wakil Walikota Langsa Dr H Marzuki Hamid, MM, menyerahkan piala bergilir MTQ ke-9 Kota Langsa kepada Camat Langsa Kota, TM Taufiq,SSTP.MSP sebagai juara umum di lapangan merdeka Langsa, Minggu (25/11/2018) malam.

Penutupan MTQ langsung ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Langsa Dr H Marzuki Hamid, MM. Turut dihadiri oleh Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK, dan sejumlah kepala OPD jajaran Pemko Langsa, Minggu (25/11/2018) malam.

Berdasarkan keputusan koordinator dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-9 Kota Langsa Tahun 2018 Nomor 001/ DH- MTQ – IX/ 2018 tanggal 25 November 2018 menyatakan, Kecamatan Langsa Kota meraih juara umum.

Ketua Panitia Pelaksana MTQ, Drs H Ibrahim Latief, usai penutupan MTQ ke-9, menyebutkan, peringkat lima besar pada MTQ menetapkan Kecamatan Langsa Kota sebagai juara umum, Langsa Lama peringkat kedua, Langsa Barat peringkat ketiga, Langsa Timur keempat dan Kecamatan Langsa Baro peringkat kelima.

Dikatakan, untuk Kecamatan Langsa Kota sebagai juara umum diberikan uang pembinaan sepuluh juta rupiah, sementara kepada setiap juara satu selain diberikan tropi, piala dan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta, juara kedua diberikan uang pembinaan sebesar Rp1,8 juta plus tropi dan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp1,1 juta plus tropi.

Jumlah juara semuanya putra-putri baik juara satu, dua dan juara tiga berjumlah 150 orang juara dari tujuh cabang yang diperlombakan mulai dari tingkat anak anak, remaja, dewasa dan tuna netra.

Ketujuh cabang yang diperlombakan itu adalah cabang tilawah, hifdhil, tafsir, fahmil, syarhil dan Khatil. Para juara itu baik juara satu, dua dan tiga akan kita ikutkan dalam pusat pelatihan untuk persiapan mengikuti MTQ tingkat provinsi Aceh di Kabupaten Pidie tahun ini.

Sementara, Marzuki Hamid, mengatakan, para pemenang janganlah berbangga karena untuk selanjutnya tantangan semakin besar dalam ajang MTQ tingkat provinsi. “tMari terus belajar, berlatih untuk mempersiapkan diri pada event tingkat provinsi maupun tingkat nasional,”ujarnya.

Namun, bagi qari-qoriah yang belum berhasil jadikanlah sebagai pengalaman dan terus belajar, berlatih yang lebih giat semoga ke depan akan sukses, karena dalam ajang MTQ ini bukan semata-mata untuk mendapat hadiah tetapi untuk syiar dan menguji kemampuan.

“Yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran dan semangat untuk mempelajari Al-quran, karena hakikatnya kegiatan ini adalah bagaimana kita mampu memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,”ujarnya.

Leave a Reply