Peringati Hari Anti Narkotika Nasional

Wakil walikota langsa Dr H Marzuki Hamid, MM, menjadi irup pada upacara hari anti narkotika nasional bertempat di halaman kantor badan pengelolaan keuangan daerah (bpkd) kota langsa.

Wakil walikota langsa Dr H Marzuki Hamid, MM, menjadi irup pada upacara hari anti narkotika nasional bertempat di halaman kantor badan pengelolaan keuangan daerah (bpkd) kota langsa, kamis (12/7).

Upacara tersebut di hadiri oleh sejumlah kepala satuan kerja perangkat kota (skpk) serta para pns (pegawai negeri sipil) di lingkungan pemerintah kota langsa dan para siswa-siswi tingkat smp dan sma.

Dalam sambutannya Menteri Koordiantor Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, yang dibacakan oleh Marzuki Hamid menyampaikan, sejumlah kasus narkoba beberapa tahun terakhir tampak mengejutkan bangsa Indonesia.
“Hal ini terlihat pada penyelundupan dan Peredaran gelap narkoba yang masuk kedalam wilayah Indonesia yang tidak hanya terjadi di wilayah daratan, melainkan terjadi di wilayah perairan negara kita,”ujarnya.

Dikatakan, perang besar terhadap narkoba menuntut seluruh komponen masyarakat maupun elemen bangsa untuk bergerak secara aktif melawan kejahatan terorganisir yang bersifat lintas negara.

Data narkotika merupakan kejahatan luar biasa, dapat digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy War untuk melumpuhkan berlangsungan hidup bangsa dan negara.

Wakil walikota langsa Dr H Marzuki Hamid, MM, memberikan piagam Penghargaan: Atas dukungan dan peran aktif dibidang P4GN (pencegahan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkoba) secara mandiri, usai upacara hari anti narkotika nasional.

Masalah yang ditimbulkan oleh narkoba akan terus menggerogoti bangsa dari hulu sampai hilir, dari generasi ke generasi dan dapat mengancam terbesar bagi bonus demokrasi bangsa kita pada tahun 2030 nanti dengan anjuran generasi muda sebagai penerus estafet perjuangan bangsa.

Jadi, mengatasi permasalahan narkoba diperlukan strategi khusus, yaitu keseimbangan pangan antara pendekatan pendekatan hukum dan pendekatan kesehatan. Pendekatan penegak hukum bertujuan untuk memutus mata rantai pemasok narkoba dari produsen sampai jaringan pengedarnya, sedangkan pendekatan kesehatan bertujuan untuk memutus mata rantai pengguna narkoba melalui perawatan atau rehabilitasi.

Selain pendekatan penegakan hukum dan pendekatan kesehatan, upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat harus dioptimalkan untuk turut serta aktif dalam mengurangi permasalahan narkoba.

Sehingga, warga negara kita dapat melindungi dari bahaya penyalahgunaan narkoba. pengantar indungnya rakyat kita maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang sehat dan unggul untuk berperan dalam menghadapi globalisasi dan tantangan berbangsa dan bernegara.

“Saya juga mendengar dari kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa telah disusun rencana aksi nasional tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkotika dan narkotika. Melalui konsep itu Kementerian/Lembaga Bergerak bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui pencegahan dan pemberantasan narkoba di seluruh wilayah tanah air tanpa terkecuali,”ujarnya lagi.

Post a Comment

Your email is kept private. Required fields are marked *