Walikota Langsa Curhat Pembangunan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE memberi kata sambutan bertempat di meuligo Timue Langsa, Sabtu (02/03/2019)

Selamat pulang kampung kepada pak Sofyan. Beliau adalah salah satu putra daerah terbaik Aceh, Rekam jejak kesuksesan beliau patut ditiru dan diikuti oleh generasi muda.

Kota Langsa merupakan kota kecil yang berpenduduk 200rb jiwa lebih, jadi guna pengembangan kota kebutuhan lahan semakin hari semakin mendesak untuk sarana umum dan pemukiman penduduk.

Banyak masyakat kita tinggal di bantaran sungai yang mana setiap saat dalam ancaman keselamatan jiwa mereka apabila terjadi banjir. Juga tinggal di bantaran bantaran rel peninggalan PT KAAI yang mana menjadi tempat kumuh namun kami pemerintah berkeinginan memberi bantuan rumah layak huni melalui program rumah Dhuafa dan baitul mal tetapi kami tidak punya lahan, kami tidak sanggup membeli lahan di Kota Langsa ini karena sangat mahal.

Saya berfikir bagaimana nasib rakyat miskin dan rakyat terlantar yang mana adalah tanggung jawab negara namun dimana peran negara saat ini, kita bisa memberikan lahan lahan yang luas untuk perusahaan perusahaan namun kita tidak mampu memberikan hanya sepetak tanah kepada rakyat miskin dan terlantar.

Sedih, Beginilah kondisi saat ini, saya berharap sebagian tanah HGU yang telah hampir habis masanya tidak lama lagi untuk ditinjau kembali dan dikoordinir dengan pemerintah daerah. Masyarakat saya tidak butuh kaya punya 1000 hektare tanah, mereka hanya butuh untuk tempat tinggal layak huni.

Jika pemerintah pusat bisa mengadakan tanah ini, kami pemerintah daerah komitmen membangun walau dengan anggaran terbatas tahap bertahap.

Juga tempat tempat lain seperti sarana publik seperti Lembaga pemasyarakatan (lapas) yang mana sudah sangat tidak layak huni dan juga lapas bukan hanya tempat tahanan namun juga disana perlu tempat pembinaan dan juga keterampilan untuk dipergunakan ketika telah kembali kelingkungan masyrakat dengan keahlian dan skill yang ada, jadi di butuhkan lahan yang cukup lebih dari yang sekarang.

Ada lagi Gedung Olah Raga (GOR) terpadu hari ini kita tidak punya lahan. Sekarang yang sedang terjadi dan selalu menjadi fikiran saya, sudah sulitnya Tempat Pemakaman Umum (TPU), saya berfikir sudah saatnya kita punya TPU terpadu di setiap Kecamatan.

Begitu juga dengan jalan terutama jalan protokol, 5 atau 10 tahun yang akan datang akan mengalami macet dan kalau tidak dari sekarang kita memikirkan semua ini kapan lagi, jalan menuju akses kampus sudah tidak memadai. Juga kampus yang sekarang terbatas penerimaan mahasiswa baru akibat keterbatasan gedung dan juga lahan yang masih dibutuhkan untuk pengembangan bangunan kampus.

Penyerahan sertifikat aset Pemerintah Kota Langsa dari Menteri Agraria dan Tata Ruang DR. Sofyan, A. Djalil, SH. MA. MALD kepada Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE., bertempat di meuligo Timue Langsa, Sabtu (02/03/2019)

Jalan jalan yang perlu kita buka kembali ini melibatkan juga aset aset milik BUMN seperti PT KAAI sebagian kita ingin menjadikan kawasan hutan hijau dan sebagian lagi untuk membuka jalan tengah guna memecah konsentrasi jalan protokol, apabila pemerintah ingin membangun kembali jalur kereta api ini saya harapkan dapat dialihkan ke area kawasan kampus yang mana dapat menjadi akses cepat transportasi mahasiswa dari luar kota Langsa, kita akan mempersiapkan master plan seperti stasiun dan terminal.

Harapan saya masyarakat Kota Langsa dapat menikmati suasana Kota Langsa yang nyaman dan tenang tapi ini semua tidak terwujud karena terbentur dengan anggaran dan lahan. Maka pada kesempatan ini saya harapkan sepenuhnya perhatian bapak sebagai putra daerah terbaik Aceh di pemerintahan pusat untuk Kota Langsa.

Leave a Reply